Pengalaman VBAC : Tips dan Informasi

Anak pertama saya dilahirkan dengan metode sectio caesaria (SC). Waktu itu, pada usia 37 minggu akhir kami kontrol ke dokter kandungan dan dinyatakan bahwa air ketuban keruh, sehingga diperlukan tindakan operasi SC. Saat itu juga dicoba induksi, diharapkan dapat menstimulasi terjadinya kelahiran spontan. Namun, hingga batas waktu yang disepakati, belum ada perkembangan berarti. Selain itu, perlu diketahui bahwa saya kurang tau pasti detail kenapa air ketuban saat itu keruh, padahal awal minggu ke 37 masih sangat baik kondisinya.

Kenapa VBAC?

Alhamdulillah, anak pertama kami lahir sehat yang kemudian 27 bulan kemudian istri saya hamil putra kedua. Pada kehamilan kedua ini, saya dan istri berupaya untuk melakukan persalinan normal setelah caesar, atau dikenal dengan VBAC. Kenapa kami ingin mencoba VBAC?

  • Kami berencana memiliki anak lebih dari tiga, artinya jika anak kedua dilahirkan SC, ketiga dan seterusnya juga sangat ditekankan untuk SC (berdasarkan diskusi beberapa ahli kandungan).
  • SC adalah metode melahirkan dengan pembedahan. Semakin sering dilakukan SC maka akan semakin tinggi resiko komplikasi tiap operasi. Misal: menempelnya organ sekitar lokasi operasi, permasalahan plasenta dikehamilan selanjutnya (i.e: plasenta previa).
  • Berdasarkan hasil baca dari literatur, resiko operasi SC lebih tinggi dibanding kelahiran normal. Tentu saja ini bisa menjadi pengecualian jika sang Ibu memiliki kondisi medis lain, misal: darah tinggi, penyakit tertentu.
  • Dan alasan-alasan lainnya

Selanjutnya, kalau anda berencana untuk VBAC, coba renungkan kembali kenapa ingin VBAC? Karena ini akan menjadi hal yang menyemangati dari awal hingga proses lahiran.

Proses VBAC Istri Saya

Trisemester Pertama

Pada tahap pertama ini pastikan kondisi kesehatan dijaga. Istri juga konsumsi suplemen untuk kehamilan. Ahli kandungan juga akan merekomendasikan hal tersebut. Hal yang paling penting di tahap ini adalah memilih dokter ahli kandungan yang cocok. Sampaikan betul informasi yang dapat membantu pengambilan keputusan, misal:

  • Ceritakan kronologi kelahiran pertama. Kenapa diambil tindakan SC, usahakan beri informasi detail. Lalu riwayat penyakit jika ada.
  • Sampaikan rencana ingin VBAC dan alasannya. Tanyakan juga resikonya, tingkat keberhasilan, dan rencana lini waktunya. Sejauh ini, akan terlihat ahli yang dapat membantu dan tidak.

Trisemester Kedua

Pada tahap kedua ini yang kami lakukan adalah:

  • Kontrol rutin, jadwalkan misal sebulan sekali
  • Kontrol asupan gizi
  • Kontrol pertumbuhan berat janin
  • Manajemen stres

Hal-hal yang disebutkan diatas kami rasa penting untuk terus dilakukan bahkan mulai dari awal kehamilan. Ada beberapa upaya yang kami lakukan untuk mencapai hal tersebut:

  • Perencanaan makanan. Ini penting, pastikan apa yang dimakan oleh sang Ibu sesuai dengan gizi yang diperlukan. Pada istri saya kasusnya adalah kurangnya zat besi, sehingga istri dianjurkan konsumsi buah beet. Perhatikan betul masukan dari ahli kandungan, karena mungkin saja anda akan diarahkan untuk melalui prosedur medis, walaupun sebenarnya masalah tersebut bisa diselesaikan dengan terapi makanan / pengaturan diet. Anda bisa menghemat lumayan banyak loh! Kecuali jika ada alasan medis yang kuat dan berpotensi fatal.
  • Kami juga analisa grafik perkembangan berat bayi yang dicocokkan dengan histori makanan / minuman yang dikonsumsi istri. Ini lumayan membantu, karena kami bisa menganalisa makanan apa yang sekiranya perlu diatur porsinya.
  • Untuk manajemen stres banyak caranya. Untuk kami sendiri antara lain: staycation, belanja, dinner, jalan-jalan santai di komplek, hindari pembicaraan dari kelompok atau individu yang menjatuhkan semangat dan masih banyak lagi.

Trisemester Ketiga

Ini tahap terakhir dan yang menentukan perkiraan akhirnya. Kami pada minggu ke 38 sudah memulai rutin pemeriksaan seminggu sekali. Upaya yang kami lakukan antara lain:

  • Kontrol rutin mingguan
  • Jalan-jalan santai, latihan yoga, dan lainnya.
  • Diskusi perencanaan VBAC, langkah apa saja yang bisa diambil atau dicoba. Pada tahap ini kami berdiskusi lebih intens karena bekas SC juga perlu rutin dipantau.
  • Tergantung dari ahli kandungan anda. Pada kami sendiri, dilakukan proses stimulasi dengan membrane sweep. Ini diklaim sebagai prosedur yang aman, karena untuk VBAC tidak dianjurkan menggunakan induksi injeksi hormon.

Karena pada minggu ke 38 itu sudah ada pelunakan mulut rahim, maka kontrol rutin dilakukan semakin sering, kadang 2-3 kali seminggu. Selanjutnya perhatikan betul faktor-faktor penting seperti kesehatan ibu, kondisi ketuban, kesehatan janin, kondisi bekas luka SC, dan lainnya.


CATATAN : seluruh atau sebagian dari tulisan ini mungkin tidak sesuai dengan yang dialami sebagian ibu yang mencoba VBAC tulisan ini ditulis berdasarkan apa yang dialami dan yang kami upayakan saat program VBAC.

comments powered by Disqus